Tahun 2018 kemarin aku ikut acara sosialisasi sekolah alam, aku ikut acara ini karena aku penasaran perihal pendidikan anak dan aku baru tau ternyata ada sistem pendidikan di Indonesia berbasis sekolah alam. Sebenernya yang dateng kebanyakan orang tua muda, sedangkan aku masih single dateng bareng temen aku yang tau lebih dulu tentang sekolah alam ini. Beberapa hal yang aku dapetin bakal aku ulas disini.

Sekolah Alam merupakan salah satu konsep pendidikan yang ada di Indonesia. Ada banyak konsep pendidikan yang ada di Indonesia yaitu Sekolah Nasional , Sekolah Internasional, Sekolah Islam Terpadu, Madrasah, Sekolah Khusus, Sekolah Alam, dan masih banyak lagi.

Menurut salah satu fasilitator yang ada di sekolah alam Baturaden, Sekolah alam merupakan sekolah yang ramah sekali dengan anak-anak, Sekolah yang memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk berkreatifitas dan mengeksplor diri, untuk menemani tumbuh dan berkembang seorang anak. Tidak menomor satukan nilai akademik, tetapi mengutamakan untuk mengembangkan akhlak dan logika berfikir, sehingga secara bersamaan akademik juga berkembang.

Menurut salah satu orang tua murid mengutarakan pendapatnya mengenai sekolah alam, “Sebelumnya sekolah ditempat lain tidak memunculkan dirinya, setelah sekolah di sekolah alam, dia menemukan dunianya, yang jelas buat orang tua sangat membantu, bisa berbagi cerita kemudian selalu ada hal baru yang membuat anak itu berharga. Kami merasa terbantu, karena kami merasa punya harapan besar tidak hanya akademik, tetapi bagaimnaa membentuk karakter tentunya punya bekal yang real untuk masyarakat dan dirinya sendiri.”

Orang tua murid lainnya juga menambahkan pendapatnya, “Anaknya jadi eksploratif, lebih berani dengan lingkungan, lebih banyak bertanya, rasa ingin taunya sangat besar. Fasilitator adalah rekan untuk mendidik anak-anaknya.”

Bunda Mira Safar (founder Sekolah Alam Baturaden) sekaligus penulis buku “Sekolah Diatas Awan” mengatakan “Ketika kita meyakini sesuatu, itu akan menjadi energi lebih untuk mendidik anak, maka dari itu orang tua harus tau betul sistem pendidikan yang didapatkan di sekolah terhadap anaknya”

1. Konsep Diri

Konsep Rumah adalah sekolah utama, rumah adalah asal mula dimana anak akan menjadi sesuatu. Ketika pendidikan dan pola asuh atau pola didik itu baik, maka jika diluar sana dalam lingkungan apapun maka akan menjadi dirinya sendiri, menjadi orang yang punya nilai nilai. Rumah merupakan pertama kali anak-anak mendapatkan nilai-nilai kehidupan. Membentuk kebiasaan seperti memberi salam, berdoa sebelum melakukan segala kegiatan. Nilai adalah pembentukan konsep diri. Rumah itu adalah pembentukan konsep diri. Pembentukan konsep diri itu penting. Konsep diri pertama dibentuk oleh orang tua.

2. Pembentukan Perilaku

Setiap 3 bulan perkembangan anak akan di monitoring satu-persatu. Ini yang berbeda dari sekolah reguler lainnya

3. Basic Knowlage dan Skill

Ketika basic knowlage dan skill sudah dibentuk dirumah, disekolah tinggal melanjutkan dan mengembangkan.

Sekolah adalah mitra dalam mendidik anak bersama orang tua, maka dari itu orang tua penting dilibatkan dalam kegiatan sekolah. Ketika orang tua memahami program sekolah, apa yang dilakukan di sekolah akan dilanjutkan dirumah, apa yang dilakukan di rumah , disekolah akan diimbangi. Sekolah adalah kegiatan kegiatan baru yang tidak dilakukan dirumah. Sekolah itu untuk pembentukan sosial, pemahaman pemecahan konfilk, berbeda dengan home schooling.

Empat pilar sekolah alam yaitu;

  1. Pengembangan akhlak
  2. Pengembangan logika
  3. Pengembangan sifat kepemimpinan
  4. Pengembangan mental bisnis

… Berlanjut Part 2

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top