Pengorbanan (Sacrifice)

Tulisan ini terinspirasi dari Dr. Gamal Albinsaid seorang motivator internasional.  Topik yang akan dibahas adalah mengenai pengorbanan.

Ada kisah seseorang merampok bank ditanya sama manajer bank nya, “mau kamu pakai untuk apa uang ini?”, perampok itu bingung tidak bisa menjawab, karena dia tidak memiliki visi hidup. Mungkin kita menertawakan perampok itu, tapi bagaimana dengan diri kita? SD, SMP, SMA, Kuliah sudah berapa tahun kita mondar mandir? Lebih dari 16 tahun bukan? Apa yang kita cari? Bermacam-macam jawaban ada yang bilang ilmu, ijasah, pekerjaan, uang, jodoh, cita-cita. Tahukah anda bedanya siput dan formula one? Siput untuk mencapai 400 m membutuhkan 37 jam, sedangkan formula one untuk mecapai 400 m hanya membutuhkan 9 detik. Kita mungkin punya cita-cita, tapi pertanyaannya seberapa cepat kita mencapainya? Jadi tentukan apa yang kita capai, lalu kerahkan semua sumber daya kita untuk mencapai dalam waktu yang secepat-cepatnya.

Tahun 1960 ada sebuah penelitian, mereka mengumpulkan anak-anak, lalu diberikan 1 permen, kemudian anak-anak ditawarkan “jika mereka tidak memakan 1 permen dalam waktu 15 menit maka mereka akan mendapatkan 2 permen”. Tapi sebagian besar tidak mampu, mereka lebih memilih memakan 1 permen dibandingkan bertahan sejenak untuk mendapatkan 2 permen. Lahirlah sebuah teori “The Lying Gratification”. Maksud dari teori tersebut adalah kemampuan kita untuk mengatur siklus ketidaknyamanan untuk mendapatkan kenyaman lebih dikemudian hari. Teori ini bisa dipakai pada bidang apapun. Mau jadi pengusaha, melakuakan sesuatu yang orang lain tidak mau lakukan untuk mendapatkan sesuatu yang orang lain tidak bisa dapatkan, bekerja keras berkorban bangun pagi, tidur malam. Sebuah pengorbanan untuk mendapatkan keberhasilan.

Orang beragama sekalipun bisa menggunakan teori ini. Orang-orang yang beragama, mereka harus bangun pagi, solat tahajud, baca dzikir pagi sore malam, mengorbankan waktu tenaga dan pikiran untuk kebaikan. Kalau mau masuk neraka gampang, bangun siang, makan, nonton, tidur, menyia-nyiakan waktu, tapi hidup macam apa itu. Namun rasa cinta kita kepada surga, mengubah hal-hal yang tidak kita sukai menjadi kita cintai dan rasa takut kita kepada neraka itu mengubah hal-hal yang kita suka menjadi kita benci. Siapa yang paling menyesal dalam hidup ini? Apakah mereka yang lahir dari keluarga miskin dengan paras yang buruk dengan keterbatasan fisik dan mental? Bukan, tapi mereka yang belum memberikan yang terbaik yang mereka bisa. Buatlah kejutan-kajutan dalam keidupan kita. Pada kisah pemuda bernama Muhammad Alfatih dalam memenangkan perang untuk membebaskan Konstantinopel, mungkin Allah ingin menunjukan kepada kita bahwa dahulu pernah hidup pemuda yang dia menjaga kedekatannya dengan Allah dan dia membuktikan rahasia sukses dari seorang pribadi pengubah sejarah dengan shalat tahajud merupakan modal yang sangat penting untuk membangun kekuatan ruhiyah dalam kesuksesan dikemudian hari.

Panggilan jiwa itu akan memberikan kemurnian dan kesucian fisik sehingga kita mampu memberikan pengorbanan yang besar hingga kita mampu mencapai pencapaian-pencapaian yang mengagumkan. Tidakkah kita tergoda memiliki keberhasilan diusia muda, membahagiakan orang tersayang, menolong banyak orang, memberikan kebermanfaatan disekitar kita. Orang tidak peduli seberapa hebatnya, orang tidak peduli seberapa kayanya kita, orang uga tidak peduli seberapa pintarnya kita, yang mereka pedulikan hanya satu,  apakah keberadaan kita memberikan manfaat bagi mereka. Dan tidak peduli seberapa hebat, kaya, dan pintarnya kita, jika saat ini kita tidak tenang bahagia, pasti ada yang salah.

“Kemenangan itu manja, dia tidak mau datang sendiri, tapi harus dijemput dengan kebenaran dalam cara dan kesabaran dalam perjuangan”

Dr. Gamal Albinsaid

Share this :

0 thoughts on “Pengorbanan (Sacrifice)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top