Saya membuat tulisan ini karena setiap membuka beranda sosial media dan membaca komentar-komentar yang ada didalamnya sungguh saya menjadi bertanya-tanya.

Jaman sekarang media sosial sangat memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari. Segala hal yang menjadi viral dapat dicari dengan mudah diberbagai macam sosial media tersedia. Sebenarnya yang membuat sebuah kejadian atau berita menjadi viral adalah banyaknya nitizen yang tertarik kemudian, berita viral tersebut semakin banyak yang membicarakan dan menyebarluaskan. Berita viral pun banyak jenisnya, dari yang lucu sampai serius, dari yang berita negatif sampai berita positif. Semakin meningkatnya fasilitas teknologi, banyak dampak negatif dan positif yang kita dapat.

Manusia diberi akal pikiran untuk berpikir, maka dari itu setiap orang memiliki jalan pikirannya masing dan yang pasti berbeda-beda. Dalam segala hal pasti ada pro dan kontra, sependapat dan bertentangan. Bahayanya profokator yang akan membuat perpecahan antara pro dan kontra. Bahkan banyak juga dengan cara yang salah yaitu dengan komentar hinaan, menjatuhkan subjek. Terlalu blak-blakkannya fasilitas media justru tidak digunakan dengan bijak bahkan menimbulkan perpecahan.

Pada dasarnya manusia memang suka mengomentari segala hal yang dilihat dan didengar dengan sudut pandang masing-masing tentunya. Akan tetapi cara yang digunakan tidak selalu tepat. Sebelum maraknya teknologi, kehidupan bertetanggapun begitu kerap bergelimpangan kenyinyiran. Hanya mendengar secuil tentang orang lain entah itu positif dan negatif, langsung berkomentar seolah mengerti segalanya dan merasa paling benar.

Saya tidak bermaksud menyalahkan atau membenarkan beberapa pihak dalam hal ini, tulisan saya juga merupakan salah satu jenis sudut pandang yang beragam, anda yang membca bisa menyetujuinya atau sebaliknya. Karena kebenaran yang kekal memang hanya milik sang Pencipta.

Kalau dari @kopiukuwah di instagram begini:

Tahan diri, tahan lisan, tahan jari.

Pada setiap permasalahan yang terjadi, komentar tentu dibutuhkan dari orang yang menguasai masalha. Akurasi komentar sangat membantu menyelesaikan masalah. Selain akurasi, kometar harus didorong oleh semangat mencari jalan keluar yang tepat dan benar. Tidak semua orang layak berkomentar dan tak ada orang yang memiliki kemampuan mengomentari dan tak ada yang memiliki kemampuan mengometari semua masalah. Dibutuhkan kerendahan hati agar tak menomentari sesuatu yang tidak dipahami secara pasti.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top