Ngomongin politik emang gak ada abisnya. Tahun 2018 ini lagi rame-ramenya pilkada dan tahun depan bakal ada pilpres. Sekarang adalah jamannya sosial media yang sedikit banyak mempengaruhi pembetukan mindset bagi penggunanya. Kaum milenial tumbuh di jaman seperti ini, sangat berbeda dari jaman dahulu yang serba konfensional.

Saya sebagai kaum milenial dengan basic bidang teknik ingin membahas tentang politik dari sudut pandang yang berbeda. Politik identik dengan perebutan kedudukan, kedudukan pemimpin daerah, yang memiliki program untuk mensejahterakan bangsa dan negara. Belakangan ini terjadi banyak drama politik yang menjadi viral dan menyebabkan perpecahan. Banyaknya kasus korupsi yang yang dilakukan oleh para pejabat-pejabat yang sudah dipilih oleh rakyat. Mungkin karena banyak berita-berita seperti itu, kaum milenial seperti saya menjadi kurang berminat terjun langsung ke politik.

Bukan berarti kami tidak peduli terhadap kemajuan bangsa dan negara. Kaum milenial seperti kami lebih banyak menyalurkan kepedulian kami terhadap permasalahan-permasalahan negara di bidang sosial. Sebagai contoh menjadi relawan, membuat komunitas, membuat lembaga sosial. Karena melewati itu lebih terhindar dari perbuatan-perbuatan yang melanggar aturan atau hukum. Akan tetapi tidak menutup mata, kaum milenial akan menjadi penerus bangsa yang akan menduduki posisi-posisi politik.

Kata “Anti Politik” bukan berarti menutup mata tentang pengetahuan yang sedang terjadi pada bangsa ini sekarang atau masa yang akan datang. Karena kepedulian akan muncul jika kita peka terhadap lingkungan, itu berarti kita harus mengerti apa yang sedang terjadi di lingkungan kita. Sedangkan di setiap lingkungan akan banyak dihampiri perebutan kedudukan dan atau kekuasaan. Bahkan dilingkungan kerja tidak jarang akan menemukan kejamnya efek politik, dimana timbul statement, “Kalau kamu mau punya jabatan tinggi tidak cukup punya kepintaran akan tetapi kamu harus berani berpolitik”. Dalam hal ini berpolitik yang dimaksud sangat kompleks ya.

Sebagai warga negara yang baik kita harus bijak dalam menempatkan diri dalam berperan bermasyarakat. Dalam politik jangan terlalu netral hingga menjadi golongan putih, jangan terlalu fanatik sehingga terjadi perpecahan, jangan terlalu cepat menerima informasi yang belum jelas kebernanya yang ada kau hanya akan tertipu dan perpecahan. Karena informasi sekarang mudah dan cepat disebar luaskan, jangan karena “Anti Politik” menjadi gagap informasi hanya memikirkan keuntungan diri sendiri saja, pahami segala informasi dari banyak sudut pandang. Karean dengan pandangan yang luas akan membuat keputusan yang lebih bijak. Menggunakan hak kita dengan benar, menjadi warga negara yang baik, untuk Indonesia lebih baik.

Salam,

Kaum Milenial.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top