Berawal dari keingintahuan tentang mekanisme yang terjadi tidak jauh dari apa yang selalu aku pegang setiap hari yaitu handphone. Gimana sih cara kerjanya? Kok bisa kita meminta dan menerima telepon serta kegiatan komunikasi yang semakin beragam saat ini menggunakan handphone. Berdasarkan yang saya ketahui melalui https://www.patreon.com/LearnEngineering/ , penjelasan yang membuat aku cukup paham mengenai mekanisme. Pada postingan ini aku sedikit membagi point-point yang aku tangkap dari informasi yang sudah aku kumpulkan.

Ketika berbicara di telepon, suara diambil dari microfon ponsel. Micorofon merubah suara menjadi sinyal digital dengan bantuan sensor MEMS dan IC, sinya digital berisi suara dalam bentuk 0s dan 1s. Antena dalam telpon menerima sinyal 0s dan 1s kemudian mentransmisikan dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Gelombang elektromagnetik mentransmisikan 0s dan 1s dengan mengubah karakteristik gelombang seperti amplitudo, frekuansi fase, atau kombinasi keduanya. Jadi prinsip utama suatu panggilan itu terjadi adalah mengirim gelombang elektromagnetik menuju penerima telepon. Namun ada hambatan besar yaitu gelombang elektromagnetik tidak mampu melakukan perjalanan jarak jauh. Gelombang akan kehilangan kekuatan karena kehadiran benda-benda, peralatan listrik, cuaca. Bahkan jika tidak ada penghalang, gelombang elektromagnetik tidak bisa berlangsung selamanya karena struktur bumi yang melengkung.

Untuk mengatasi hambatan besar adalah menggunakan menara sel dengan konsep teknologi seluler. Dalam tekonolgi seluler area geografis dibagi menjadi sel heksagonal, dengan masing-masing sel memiliki menara dan slot frekuensinya sendiri. Secara umum Menara ini dihubungan melalui kabel fiber optik, dimana kabel ini diletakan dibawah tanah atau lautan, untuk menyediakan kontifitas nasional atau internasional. Cara kerjanya yaitu gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh ponsel diambil oleh menara didalam sel dan mengubahnya menjadi gelombang cahaya frekuensi tinggi, gelombang cahaya dibawa ke base transceiver box yang terletak di bawah Menara (link komunikasi control amplifier frekuensi radio penggabungan frekuensi radio) untuk proses sinyal lebih lanjut. Setelah di proses, sinyal diarahkan ke menara tujuan. Setelah menerima gelombang cahaya, menara tujuan memancarkan keluar dalam bentuk gelombang elektromagnetik, dan ponsel tujuan kemudian menerima sinyal. Sinyal ini mengalami proses terbalik, dan teman mendengar suara. Jadi memang benar komunikasi seluler tidak sepenuhnya nirkable, namun tetap menggunakan media kabel juga.

Komunikasi seluler hanya berhasil ketika menara sumber mentransfersikan sinyal ke menara tujuan. Untuk mengetahui keberadaan Menara tujuan, proses ini dibantu oleh Mobile Switching Center (MSC). MSC adalah titik pusat dari sekelompok menara sel. Kartu sim yang kita gunakan memiliki informasi yang terdaftar dalam MSC, dimana sudah ditentukan MSC mana yang akan menjadi Home MSC masing-masing kartu sim. Home MSC menyimpan informasi seperti paket layanan, lokasi kita saat ini, dan status aktivitas. Jika kita pindah keluar dari zona Home MSC, MSC baru yang menggantikan melayani kita dan dikenal dengan Foreign MSC. Ketika kita masuk ke zona Foreign MSC, Foreign MSC ini berkomunikasi dengan Home MSC. Intinya Home MSC akan selalu tau dimana keberadaan kartu sim yang terdaftar. Untuk memahami dimana lokasi sel pelanggan dalam area MSC dengan cara memperbaharui lokasi pelanggan setelah periode waktu tertentu, ketika ponsel melewati sejumlah Menara yang telah ditentukan pembaruan lokasi kembali dilakukan, ketika ponsel dihidupkan.

Contoh melakukan panggilan, Ani dari Jakarta memanggil Bodi di Surabaya. Permintaan panggilan Ani tiba di Home MSC (Jakarta) kemudian permintaan diteruskan ke Home MSC Bobi (Surabaya). Home MSC Bobi (Surabaya) memerika lokasi Bobi, jika Bobi masih berada di Surabaya permintaan panggilan segera dikirim ke lokasi sel saat ini dan memerika apakah Bobi sedang melakukan panggilan lain atau apakah ponsel dimatikan. Kalau semuanya positif panggilan akan tersambung. Jika Bobi berada di Jogja, Home MSC Bobi (Surabaya) akan meneruskan permintaan panggilan ke Foreign MSC Bobi (Jogja). Kemudian Foreign MSC Bobi (Jogja) akan melakukan prosedur yang sama untuk menemukan keberadaan ponsel Bobi.

Tambahan informasi mengenai Generasi teknologi ponsel sebagai berikut;

1G, awalnya memungkinkan pengguna untuk pertama kali membawa telepon tanpa kabel terpasang, tapi 1g memiliki 2 masalah utama, transmisi nirkabel dalam format analog sinyal yang mudah diubah oleh sumber eksternal jadi transmisi ini memberikan kualitas suara dan keamanan yan buruk (kecepatan data – 2.4 kbps. Masalah kedua adalah menggunakan Teknik Frequency Division Multiple Access dengan spektrum yang tersedia memiliki cara yang tidak efisien.

2G, menggunakan akses berganda digital yaitu teknologi Time Division Multiple Access atau Code Division Multiple Access (kecepatan data – 50 kbps), 2G juga mengenalkan layanan data revolusioner (SMS) dan penulusuran internet.

3G, difokuskan untuk memberikan kecepatan transfer data yang lebih tinggi, 3G menggunakan Teknik Akses Ganda Wideband Code Division Multiple Access Bersama dengan peningkatan bandwide. Kecepatan data – 2 mbps memungkinan transfer data untuk penggunaan seperti GPS, video, panggilan suara.

4G, mencapai kecepata data 20-100 mbps cocok untuk film dan televisi resolusi tinggi. Kecepatan yang lebih tinggi ini bisa terjadi karena Orthogonal Frequency Division Multiple Access dan Multiple Input Multiple Output. MIMO menggunakan beberapa antena penerima pemancar didalam ponsel dan Menara.

5G, akan menggunakan teknologi MIMO dan gelombang millimeter yang akan ditingkatakan (kecepatan yang diharapkan 10gbps. 5G akan memberikan konekstifitas tanpa batas untuk mendukung internet barang-barang seperti mobil tanpa pengemudi dan rumah pintar.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top