Berawal dari film musikal yang aku tonton yaitu “The Greatest Show Man” . Ada beberapa point penting yang aku dapat dan bakal aku ulas di postingan ini. The Greatest Show Man bercerita tentang Barnum seorang anak penjahit yang memiliki mimpi besar yang dia yakini dalam dirinya. Masa kecil Barnum sebagai orang miskin membuatnya tidak dihargai, terlebih setelah ayahnya meninggal. Ketika Barnum dewasa, dia menikahi wanita yang sudah disukainya dari kecil yaitu Hallet. Hallet seorang anak gadis yang berasal dari keluarga kaya, akan tetapi dia meyakini akan bahagia bersama Barnum tanpa mengkhawatirkan keadaanya.

Kehidupan keluarga kecil tersebut ditambah dengan dua anak gadis kecil mulai berubah setelah Barnum di PHK sebagai pegawai kantoran. Sebagai seorang ayah dan kepala rumah tangga Barnum memiliki jiwa bertanggung jawab, dimana dia sudah berjanji kepada orang tua Hallet akan memberikan kehidupan yang layak. Yang saya suka adalah kesetiaan Hallet kepada Barnum saat itu, menyadarkan dengan kebahagiaan yang ada saat itu, sederhana akan tetapi sering terabaikan yaitu, bahagia memiliki dua anak gadis ditambah dengan musikal yang dipertunjukan dalam liriknya seperti ini:

“However big, however small. Let me be part of it all. Share your dreams with me. You may be right, you may be wrong. But say that you’re bring me along. To the world you see. To the world I close my eyes to see. I close my eyes to see”

Yang artinya “Betapapun besarnya, betapa pun kecilnya. Biarkan aku menjadi bagian dari semua ini. Bagikanlah mimpimu bersamaku. Kau mungkin benar, kau mungkin salah. Tapi katakanlah bahwa kau akan membawaku bersamamu. Pada dunia yang kau lihat. Aku menutup mata untuk melihat”. Makna yang terkandung dalam sepenggal lirik tersebut sungguh sangat menyentuh. Hallet sangat tulus menjadi istri Barnum bahkan masih bisa merasakan kebahagiaan walaupun keadaan keluarganya sedang kurang beruntung.

Terinspirasi dari anaknya dan kehangatan Hallet, Barnum memiliki ide gilanya yaitu bisnis Sirkus yang mengajak orang-orang unik dalam pertunjukkannya. Setelah beberapa pertunjukkan ternyata Barnum berhasil menghasilkan keuntungan yang besar, bahkan dia bisa membelikan rumah mewah untuk keluarganya. Tentu Hallet dan kedua anaknya bahagia atas pencapaian Barnum. Bahkan orang-orang unik dalam pertunjukkannya pun memiliki nilai tersendiri dalam film ini. Dimana Setiap orang dilahirkan untuk memiliki hidup yang berarti, Walaupun diberi kekurangan yang dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang, mereka semua adalah makhluk yang isimewa dan harus bangga akan diri mereka dengan segala hal yang dimiliki. Barnum berhasil memberikan harapan dan indahnya kebersamaan yang sangat berarti bagi orang-orang unik tersebut.

Setelah itu, datang peran baru yaitu Jenny Lind yang memiliki suara sungguh luar biasa. Setelah melihat Jenny bernyanyi, Barnum melihat peluang bahwa akan dapat lebih banyak lagi keuntungan dengan mengadakan Tour bersama Jenny Lind. Disisi lain Hallet menjadi kurang bahagia karena Barnum harus pergi meninggalkan keluarganya untuk mengikuti Tour bersama Jenny lind. Hallet merasa sudah cukup dengan pencapaian Barnum sekarang. Berbeda dengan Barnum, dia masih merasa belum cukup, dengan alasan semua yang dia lakukan tidak lain hanya untuk kebahagiaan istrinya dan anak-anaknya. Akhirnya Hallet mengijinkan Barnum pergi. Pada saat Tour ternyata Jenny Lind baper dan menyukai Barnum, bahkan Jenny Lind sempat mencium Barnum dan tersebar di surat kabar. Hallet mengetahui hal tersebut, dan membuatnya marah serta meninggalkan Barnum lalu kembali kepada orang tuanya. Ditambah lagi terjadi masalah terbakarnya gedung pertunjukkan Barnum.

Dari beberapa scene yang terjadi setelah Barnum berhasil, yang saya dapat dari film ini adalah uang memang bisa membuat bahagia akan tetapi ada batasannya. Ketika orientasinya hanya mendapatkan uang sebanyak-banyaknya untuk membahagiakan orang-orang yang tersayang itu sesuatu hal yang tidak bisa saya sepakati. Karena ketika serakah dengan uang menyelimuti, banyak yang akan mengorbankan keluarga dan waktu padahal tujuan mereka adalah untuk membahagiakan keluarga. Seperti korelasi yang gak nyambung. Tidak dipungkiri semua orang memang mencari uang untuk kelangusngan hidup yang nyaman dan untuk tidak merasakan tersiksanya hidup susah. Akan tetapi ada batasannya, ketika kita tidak pernah merasa cukup, kita akan menjadi manusia yang serakah, dan bahkan kebahagiaan pun menjauh dari hidup kita. Setelah itu Barnum sadar akan Hallet yang sangat tulus kepadanya. Diapun bangkit dan kembali kepada Hallet. Bisnis sirkusnya kembali sukses pada ending film ini.

“Semua orang memiliki standar kebahagiaan yang berbeda-beda. Pahami kembali makna kebahagiaan yang ingin selalu didapat. Lebih banyak bersyukur, dan tetap berusaha sebaik mungkin untuk mimpi-mimpi yang dimiliki. Hidup tenteram tidak dengan insecure terhadap pencapaian orang lain. Bahagia bisa diciptakan dalam keadaan apapun. Karena kembali lagi tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada-Nya.”

-agustinadsp-

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top