Film Origin Joker yang dimainkan oleh Joaquin Phoenix dengan Todd Phillips sebagai sutradaranya. Film  ini menuai banyak perbincangan bermacam-macam dari penonton. Bahkan sebelum film Joker rilis sudah cukup ramai perbincangan dikalangan kritikus film. Setelah beberapa hari tayang berbagai pandangan mengenai tokoh Joker muncul di sosial media sampai membuat penasaran orang-orang yang belum menontonnya. Aku sendiri bukan maniak film yang mengikuti semua sekuel DC sampai penasaran banget karena keramaian yang ada.

Joker selama ini dikenal sebagai Villain di DCU dengan karakter pembunuh berantai yang kejam dan tertawanya yang khas. Pada filim originnya ini menceritakan perjalanan Arthur Fleck orang biasa yang memiliki mental illness menjadi Joker yang kita tau di film sebelumnya. FIlm dengan kategori Usia D yaitu 17+ memang sangat tidak dianjurkan untuk anak-anak. Di Indonesia beberapa peringatan tersebar untuk tidak membawa anak kecil saat menonton Film Joker. Karena di Indonesia selama ini yang aku tau tidak ada ketegasan pihak Bioskop perihal penyesuaian penonton yang masuk dengan kategori usia Film pantas saja jadi banyak peringatan tersebar untuk film ini. Sedangkan film ini butuh pemaknaan yang dalam untuk kemudian memahami pesan yang terkandung. Anak yang polos bisa salah kaprah dalam menelaah dan meniru.

Film ini menceritakan tentang kisah Arthur Fleck yang bekerja sebagai badut dengan penyakit mentalnya. Lingkungan yang memberi banyak tekanan karena dia dari kelas bawah dan sering sekali dirundung orang asing. Mental illness yang dimiliki Arthur sering kali membuat orang lain salah paham dan dipandang sebelah mata. Rekan kerja yang menipunya, membuatnya dipecat dari pekerjaannya menjadi badut. Ibu yang dirawat Arthur ternyata memiliki penyakit mental juga, halusinasi bahwa Arthur adalah anak dari Thomas (Ayah Batman). Beralih profesi menjadi komedianpun membuatnya tidak dihargai, justru menjadi bahan diacara Reality Show karena ketidaklucuannya. Ditutupnya tempat konsultasi Arthur perihal penyakitnya pun membuatnya tidak bisa mendapatkan obat lagi. Permasalahan hidup yang terus dialami Arthur membuatnya merasa tidak pernah bahagia.

Pada suatu keadaan dan kesempatan di kereta Arthur membunuh tiga orang kaya yang memukulnya. Setelah itu Arthur mulai merasakan kepuasan dengan menari didalam kamar mandi tempat bersembunyi setelah turun dari kereta. Arthur membunuh orang-orang yang menurutnya pantas untuk dibunuh yaitu ibunya, rekan kerjanya yang membuatnya dipecat, dan pembawa acara Reality show. Pembunuhan yang dilakukannya dilayar TV membuat keributan dari gerakan orang-orang kelas bawah menggunakan topeng badut karena krisis ketidakadilan di Gotham.

Film ini berhasil mengemas tokoh utama seorang Super Villain menjadi seorang korban dari kejamnya Society yang membuatnya menjadi “Tokoh Jahat”. Setelah itu ramai disosial media menggaungkan kalimat “Orang jahat adalah orang baik yang tersakiti”. Terbentuknya rasa empati terhadap tokoh jahat juga menuai polemik bagi orang-orang dengan pandangan yang berbeda. Setelah menonton Joker banyak sekali tanggapan merasa sesak karena Relate dengan kehidupan yang sedang dialami walaupun dengan beragam kemasan. Kita semua memiliki peran dalam lingkungan, memiliki peluang yang sama dalam menghadapi realitas hidup. Kita sama-sama memiliki tanggung jawab dalam membentuk lingkungan dan berperilaku. Yang kita hadapi bukan hanya liarnya lingkungan tapi juga pertahanan diri sendiri.

Berempati dengan keadaan Arthur sebelum menjadi Joker (Pembunuh kejam) bisa dijadikan peringatan bagi kita dalam kehidupan bersosial. Lebih berhati-hati dalam menghadapi dan berperilaku terhadap orang lain. Akan tetapi tidak membenarkan kejahatan yang dilakukan Arthur, dan menganggap orang-orang yang dibunuh Arthur adalah orang yang “pantas”. Membenarkan kejahatan karena disakiti terlebih dahulu menurut aku kesimpulan yang bengkok. Kita semua bagian dari lingkungan, kita bisa berada di posisi Arthur yang tertindas sekaligus bisa berada di posisi Sociaty yang beragam. Dimensi baik dan jahat semakin ambyar karena kesimpulan yang bengkok. Perihal kemanusiaan memang sangat unik jika semakin didalami.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top