Zero mind kalau diartikan menurut bahasa pikiran kosong. sebenenarnya bukan itu yang dimaksud, bukan berarti tidak berpikir sama sekali tetapi justru apa yang anda pikirkan. Ada yang bilang kalau “engkau adalah apa yang kau pikirkan”, maka berhati-hatilah dalam berpikir. Karena pikiran ada bisa mempengaruhi kehidupan anda walaupun tidak secara langsung. Dalam sebuah kehidupan tak akan lepas dari permasalahan-permaslahan kehidupan. Bagaimana anda melewati proses kehidupan ini?

Ini dapat membantu anda dalam menjalani hidup. Ada yang bilang bahwa “zero mind” adalah kebersihan jiwa. Sebenarnya sederhana saja, yang pertama hindari prasangka buruk (negatif thinking) selalu upayakan berprasangka baik (positif thinking). “Selalu menuruti sangkaan hamba ku terhadap diriku jika ia berprasangka baik maka akan mendapatkan kebaikan dan jika ia berprasangka buruk maka akan mendapatkan leburukan” (H.R.at-Tabrani dan Ibnu Hiban).
Yang kedua adalah jadilah manusia yang berprinsip yaitu berprinsip selalu kepada Allah SWT. “Perumpamaan orang yang mengambil selain Allah sebagai pelindung adalah seperti laba-laba yang membuat rumah untuk dirinya sendiri. Tetapi sebenarnya rumah laba-laba itu adalah serapuh-rapuhnya rumah, jika mereka tahu” (QS Al’Ankabuut 29:41).
Yang ketiga adalah bersyukur. “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS Ibrahim ayat 7)
Yang keempat adalah jangan sampai anda dikendalikan oleh pengalaman masa lalu yang membelengu pikiran, bebaskan diri anda dari itu jadikalah sebuah cermin. “Sama sekali bukan! Tetapi hati mereka telah dikuasai oleh apa yang mereka lakukan” (QS 83 Surat Al-Muthaffifin ayat 14)
Yang kelima adalah Berpikirlah melingkar sebelum menentukan kepentingan dan prioritas. Kepentingan tidak sama dengan Prioritas, kepentingan cenderung bersifat mikro (diri sendri), sedangkan Prioritas bersifat makro (universe) yaitu mengarahkan kita untuk melaksanakan hal yang tepat.
Yang keenam lihatlah semua sudut pandang secara bijaksana berdasarkan semua suara hati yang bersumber dari Asmaul Husna (99 Thingking Hat). “Dan tidaklah aku melepaskan diri dari kesalahan sungguh, nafsu manusia menyruh melakukan kejahatan, kecuali yang diberikan rahmant oleh Tuhanku. Sungguh Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS 12 Surat Yusuf ayat 53).
Dan yang terakhir adalah Ingatlah bahwa semua kebenaran bersumber dari Allah SWT.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top