Tulisan ini terinspirasi dari Dr. Gamal Albinsaid seorang motivator internasional.  Topik yang akan dibahas adalah mengenai apakah uang itu membahagiakan.

Tidak ada hubungan antara pencapaian finansial, keindahan paras dan ketenangan kehidupan. Kalau uang itu membahagiakan maka tidak mungkin Lee Yoon Hyung pewaris pengusaha samsung bunuh diri, Adolf Merckle orang terkaya nomor satu di Jerman menabrakan badannya ke kerta api, Michael Jackson dan Marilyn Monroe bunuh diri karena over dosis, Getulio Vargas presiden Brazil menembakan pistol ke jantungnya. Uang itu hanya membahagiakan sampai ke titik tertentu. Kalau kita ingin kebahagiaan lebih maka kita butuh lebih dari sekedar uang, kita butuh keikhlasan dan pengorbanan. Orang ikhlas dengan tidak yang dilakukan sama dan yang dikorbankan juga sama, tapi yang didapatkan berbeda. Lalu kenapa tidak memilih untuk ikhlas saja.

29 Septembet 1994 ada kisah yang menghebokan dunia hingga dinamakan Nicholas Effect A Boy’s Gift to The World (Hadiah seorang anak kepada dunia). Nicholas tertembak perampok lalu meninggal. Orang tuanya melakukan hal yang fenomenal yaitu mendonorkan 7 organ tubuh Nicholas untuk menyelamatkan 7 nyawa manusia. Kenapa disebut hadiah seorang anak kepada dunia? Sebelum hari itu Inggris menunjukkan setiap hari 3 orang meninggal dunia karena menuggu donor organ, data di Amerika menunjukan setiap hari 18 orang meninggal dunia karena menunggu donor organ. Setelah orang tua Nicholas mendonorkan orang tubuh anaknya, angka pendonor organ meningkat 3 kali lipat. Ada banyak pilihan yang bisa kita lakukan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Memilih untuk bermurah hati atau tidak, memilih untuk berkorban atau tidak. Orang yang mendasarkan hidupnya pada nilai-nilai spiritual mereka akan lebih berpengaruh, dibandingkan dengan orang-orang yang mendasarkan hidupnya hanya pada nilai-nilai intelektual.

Warren Buffett terkenal tahun 2010 setelah ia berhasil mengalahkan Bill Gates yang sudah 10 tahun menjadi orang terkaya. Tidak banyak yang tau, 2 tahun sebelum menjadi orang terkaya di dunia dia mendonasikan 80% kekayaanya untuk sosial. Abu Bakar Ash Shiddiq menyerahkan seluruh hartanya untuk kebaikan. Hal ini menunjukkan orang-orang yang mendasarkan hidupnya pada kebaikan mereka akan rela berkorban lebih besar. Kita yakin belajar dan berkerja keras di usia muda akan memberhasilkan kehidupan kita, tapi betapa kita lupa pengorbanan bukan untuk diri sendiri, tapi juga untuk kebaikan dan sesuatu yang anda yakini kebenarannya.

“Teruslah bergerak, teruslah bergerak, teruslah bergerak, dan kita akan menjadi pusaran yang menarik karunia-karunia datang kepada kita”

Dr. Gamal Albinsaid

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top